Jumat, 29 April 2011

Mengenal Yesus Kristus dalam Warta Perjanjian Baru

Judul: Yesus Kristus Tuhan Kita: Mengenal Yesus Kristus dalam Warta Perjanjian Baru
Penulis: St. Eko Riyadi, Pr.
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2011
ISBN:
978-979-21-2946-5
Jlh hlm.: 216
Ukuran:
135 x 210 mm
Harga: Rp 35.000,-

Buku ini menyajikan pembahasan mengenai keanekaragaman gambaran tentang Yesus. Bukan sebuah harmonisasi yang ingin dituju, melainkan kita ingin mengerti, misalnya, apa yang sebenarnya dimaksudkan di dalam Kitab Suci kalau dikatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah Anak Allah? Apa yang membuat Yesus itu diakui sebagai Anak Allah? Karya ini mencoba mengenali siapakah Yesus yang diwartakan di dalam Kitab Suci terutama di dalam tulisan-tulisan Perjanjian baru. Memang sudah banyak buku telah ditulis untuk menjelaskan siapakah Yesus dari Nazareth yang oleh jemaat Kristen diimani sebagai Kristus, Tuhan. Namun, pribadi Yesus tidak pernah berhenti mengalirkan pengenalan-pengenalan baru.

Mencari Maria Magdalena

Judul: Mencari Maria Magdalena
Penulis: Reynaldo Fulgentio Tardelly, SX
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2011
ISBN:
978-979-21-2946-5
Jlh hlm.: 128
Ukuran:
148 x 190 mm
Harga: Rp 22.000,-


“Diubah oleh Cinta Ilahi, dari wanita yang dikuasai tujuh roh jahat sampai menjadi sak­si pertama kebangkitan Sang Guru, Maria Magdalena kemudian mendapat gelar ‘Setara dengan para Rasul’ (Gereja Timur) dan ‘Rasul kepada para Rasul’ (Gereja Barat). Dalam buku ini, pembaca akan mendengar suara narator Maria dari Magdala mengisahkan perjalanan taf­sir atas dirinya abad demi abad. Alih-alih menemukan Magdalena dalam sejarah, pembaca malahan berjumpa dengan Dia yang Hidup sepanjang masa,” kata Lie Chung Yen, penulis buku ­PENGAKUAN MARIA MAGDALENA: Saat-Saat Intim Bersama Sang Guru (Kanisius, 2005), yang tercetak pada cover belakang buku ini.

Ajaran Agustinus tentang Doa

Judul: Hatiku Merindukan Allah: Ajaran Agustinus tentang Doa
Penulis: T.J. van Bavel
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2011
ISBN:
978-979-21-3020-1
Jlh hlm.: 238
Ukuran:
148 x 210 mm
Harga: Rp 40.000,-


Agustinus sering tidak dianggap sebagai pendoa di antara guru-guru rohani terkenal. Tampaknya ini disebabkan oleh ketidakhadiran monograf tentang doa melalui tangannya. Namun demikian, orang yang mengenal tulisan-tulisannya pasti mengenal bahwa daya yang menginspirasi dari orang ini juga didasarkan pada doa. Dalam buku ini, T.J. van Bavel memperkenalkan kita pada dimensi hidup doa Agustinus. Juga ditunjukkan bagaimana minat Afrika Utara menggabung diri batin, doa, upaya intelektual, dan dedikasi pastoral secara harmonis.

Kamis, 28 April 2011

Misteri Rosario Paus Yohanes Paulus II

Judul: 20 Misteri Rosario Paus Yohanes Paulus II Penulis: Joseph Murphy Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2011

ISBN: 978-979-21-2869-7
Jlh hlm.: 88

Ukuran: 130 x 170 mm

Harga: Rp 15.000,
-


Karya ini layak dan pantas menjadi buku “primadona” setiap kali Anda berdoa rosario baik secara pribadi maupun dalam suatu komunitas. Rosario atau “untaian mawar” adalah doa renungan bersama Bunda Maria tentang kehidupan Yesus, yang meliputi kontemplasi atas kisah-kisah tertentu dalam Injil, yaitu “misteri-misteri”. Mendaraskan rosario tidak lain adalah menatap wajah Kristus bersama Maria. Doa-doa dalam buku ini disusun berdasarkan Kitab Suci, Katekismus Gereja Katolik, dan Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II tentang Rosario Perawan Maria. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesetiaan pada warisan iman Gereja Katolik. Paus Yohanes Paulus II telah menyempurnakan dimensi kristologis rosario dengan menambahkan “Misteri Cahaya”, yang disusun berdasarkan kisah-kisah tertentu dari pewartaan Kristus di depan publik. Dengan demikan, sungguh dapat dikatakan bahwa rosario adalah “ringkasan Injil”.

Rabu, 27 April 2011

Menyimak Yohanes Paulus II di Hari Beatifikasinya

Judul: Yohanes Paulus II: Gereja Berdialog
Penulis: Krispurwana Cahyadi, SJ
Penerbit: Kanisius Yogyakarta

Tahun terbit: 2011

ISBN: 978-979-21-3032-4
Jlh hlm.: 312

Ukuran: 130 x 180 mm

Harga: Rp 40.000,
-


Tidak sedikit yang telah dibuatnya, banyak pula yang telah dituliskannya, demikian pula yang diajarkan dan dikatakannya. Ini berarti tidak terhitung sumbangannya, tidak saja bagi Gereja Katolik, tetapi juga bagi dunia. Dalam konteks kemajemukan agama-kepercayaan di Indonesia, gagasan Yohanes Paulus II mengenai dialog agama dalam buku ini menjadi sangat penting dan relevan, dibutuhkan dan mendesak lebih daripada masa-masa sebelumnya. Paus Yohanes Paulus II dikenal sebagai Paus Dialog sebab dia senantiasa hendak mendorong semakin terwujudnya dialog antaragama. Malahan dikatakan bahwa dialog agama merupakan salah satu elemen dasar, bahkan diprioritaskannya, dalam ajaran dan masa kepausannya. Dialog antaragama itu diletakkan dalam prioritas akan kepentingan perdamaian dunia dan penghargaan akan keluhuran martabat manusia.

Kamis, 31 Maret 2011

Berfilsafat dengan Anekdot

Judul: Plato Ngafé Bareng Singa Laut: Berfilsat dengan Anekdot
Penulis:
Thomas Cathcart & Daniel M. Klein
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2011

ISBN: 978-979-21-2
712-6
Jlh hlm.: 220
Ukuran: 125 x 200 mm

Harga: Rp 40.000,
-

“Musa, Yesus, dan seorang tua berjenggot bermain golf. Musa melakukan pukulan yang panjang, yang mendarat mendekati lapangan hijau tetapi langsung menggelinding ke dalam kolam. Musa mengangkat tongkatnya, membelah air, dan bolanya menggelinding dengan aman ke sisi yang lain.

Yesus juga membuat pukulan yang panjang mengarah ke kolam yang sama, tetapi ketika hampir masuk ke tengah kolam, bola itu berpusar di atas permukaan. Yesus dengan tenang berjalan di atas kolam dan menyentilnya ke lapangan hijau.

Kemudian giliran pak tua berjenggot. Pukulan pak tua mengenai sebuah pagar dan membalik ke jalan, di mana bola itu mental mengenai truk yang lewat dan kembali ke dekat lapangan hijau. Bola itu langsung mengarah ke kolam itu, tetapi mendarat di atas kumpulan bunga lili, di mana seekor katak melihatnya dan menyambarnya masuk mulutnya. Seekor garuda meluncur ke bawah, menyambar katak itu, dan terbang menjauh. Ketika si garuda dan katak melewati lapangan hijau, katak itu menjatuhkan bolanya, dan bola itu mendarat tepat ke dalam lubang untuk menghasilkan hole-in-one.

Musa melihat Yesus dan berkata, “Saya tidak senang bermain dengan ayahmu.”

Itu adalah salah satu dari sekian banyak lelucon dalam buku ini yang disertakan untuk semakin membantu memahami setiap tema filsafat yang dibicarakan dalam buku ini. Sebuah buku kursus kilat dalam filsafat, mencerahkan sekaligus lucu luar biasa!

Rabu, 30 Maret 2011

Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global

Judul: Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global
Penulis: Dr. Sonny Keraf
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Tahun terbit: 2010

ISBN: 978-979-21-2537-5

Jlh hlm.: 252

Ukuran: 148 x 210 mm

Harga: Rp 45.000,-

Dr. A. Sonny Keraf, Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Persatuan Nasional, menyajikan refleksi dan cerminan pengalamannya di bidang lingkungan hidup hingga sekarang dalam bukunya yang berjudul Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global. Karya ini bermaksud untuk menggugah kesadaran kita untuk melakukan sesuatu dalam batas kemampuan dan kewenangan yang kita miliki demi mengatasi krisis dan bencana lingkungan hidup global yang telah menjadi ancaman kehidupan, ancaman kemanusiaan, dan ancaman bagi bangsa Indonesia. Kesadaran itu pertama-tama bahwa lingkungan hidup adalah masalah yang sangat serius dan genting. Dan karena itu, pada gilirannya harus bisa mendorong kita untuk mengubah perilaku kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok. Bahkan lebih dari itu, secara khusus, kesadaran itu harus bisa mendorong para pejabat publik untuk mengambil kebijakan khusus yang memperlihatkan kegentingan memaksa akibat krisis dan bencana lingkungan hidup global untuk menghindarkan kita dari segala malapetaka lingkungan hidup tersebut.

Lingkungan hidup bukan sekadar soal sampah, limbah, hutan, asap, pencemaran, kerusakan, dan kepunahan. Lingkungan hidup adalah juga soal nasib hidup seluruh kehidupan di planet bumi, khususnya di Republik tercinta ini. Lingkungan hidup adalah juga soal hidup mati sesama anak bangsa. Lingkungan hidup adalah soal kehidupan kita bersama sekarang dan kelak di kemudian hari. Ini adalah soal kehidupan, soal nasib bangsa secara keseluruhan. Apa gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi kalau pada akhirnya banyak pulau kita akan tenggelam, kalau pada akhirnya hutan kita berubah menjadi gurun, kalau pada akhirnya berbagai danau dan sungai kita berubah menjadi darat, kalau pada akhirnya udara tercemar, air tercemar dan langka, kalau pada akhirnya fauna dan flora sebagai sumber makanan dan obat-obatan musnah, dan kalau pada akhirnya kita semua musnah ditelan bencana lingkungan hidup.

Ini bukan ramalan. Ini pengalaman nyata kita hari-hari ini. Maka, mari kita berubah sekarang atau musnah bersama.